Mocha Creme Donut reach my self

You have to catch me if you do not want to lose

3 days ago

rindu yang tak pernah begitu hebatnya ._.

Mungkin aku hanya merindu, dan selalu saja ada caramu membuat aku tersenyum, aku sayaang kamu {}

Hari ini aku kenakan kembali kalung itu, pemberianmu, setelah sebelumnya tergeletak, hanya sesekali kulihat dengan miris, ternyata egoku lebih besar dari yang pernah aku bayangkan, gengsi YUP! Perasaan yang sama ketika aku pertama kali mengenakannya dengan kebahagiaan, kurasakan lagi :) menyenangkan. Kau memang selalu disini, di hatiku. I love you more than you know, seriously.

Aku sedang belajar, seperti apa yang telah kukatakan padamu “mencintaimu dengan sederhana” ternyata tak mudah, hehehe. Aku juga masih belajar seperti apa kata dosenku, mencintaimu sepenuhnya bukan karena aku mencintai diriku sendiri.

Percakapan yang kumulai entah di tanggal berapa, aku bercerita, tentang dosenku yang memberikan penjelasan, cukup mengena. Ternyata cinta itu ada dua, cinta pada diri sendiri dan cinta pada orang yang kita sayangi. Kita hanya cinta pada diri kita sendiri ketika kita merasa bahwa orang yang kita sayangi mampu memberikan kenyamanan dan kebahagiaan, bahwa tanpanya kita tak berarti, dan kita tak mau kehilangan dengan alasan, jika orang yang kita sayangi pergi, maka tidak ada lagi orang yang membuat kita nyaman dan bahagia.

Cinta pada orang yang kita sayangi adalah ketika  kita bisa dengan bahagia melihat dia bahagia, dengan semua rutinitas dan kesenangannya, bahkan meskipun kebahgiaan itu hanya bisa didapatkan ketika dia bersama dengan orang lain bukan dengan diri kita. Mencintai orang lain, maka artinya mampu melepas dan kehilangan serta ikut bahagia bersamaan dengan kebahagiaannya, ikut membantu bersamaan dengan kesedihannya. Cinta tak perlu memiliki.

Aku bertanya padamu, kamu menjawab dengan pasti, bukan hanya cinta pada orang lain tapi kamu juga butuh cinta pada dirimu sendiri, hebaat (y) aku suka jawabanmu, karena aku tak terpikir untuk menjawab demikian, sepertinya jawabanku sama denganmu, hehehe :p

Sekarang disinilah aku, terpuaskan dengan cinta pada diri sendiri, kemudian ingin belajar untuk mencintaimu, merasa bahagia persis ketika dirimu juga sedang merasa bahagia, aku bisa, dan kita pasti bisa! Semangat!! Belajar untuk mencintaimu dengan sederhana c:

Aku merenung setelah perasaan aneh yang menyeruak di pagi hari tadi, merinding. Adalah sebuah kebodohan yang aku pikirkan jika saja terjadi, meminta putus padamu, HAHAHA, ternyata aku pengecut, segini saja nyaliku? Sekarang aku heran mengapa pikiran kotor itu menghinggapiku bahkan untuk beberapa hari, mengganggu setiap aktivitasku. Mengganggu setiap helai kalimat yang seharusnya mampu kuucapkan padamu.

Kamu adalah orang yang spesial, sama tapi tak serupa dengan orang lain yang sama sama menyanyangiku. Dengan alasan itulah pasti, maka aku selalu memikirkanmu, takut kehilangan T_T aku bukan remaja bodoh yang lugu dan polos, aku wanita yang sedang merasakan cinta. I have nothing, if i don’t have you baby :”)

Banyak cerita yang seharusnya kamu tahu, dari mulutku sendiri. Banyak cerita yang harusnya aku tahu, itu juga dari mulutmu sendiri, kita hanya harus saling mengerti, untuk menjaganya :D

 “Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya, menahan rasa ingin jumpaaaa~ percayalah padaku aku pun rindu kamu, ku akan pulang, melepas semua kerinduan, yang terpendaaaammm” –kangen- 

3 days ago

udara dingin merasuk di jemariku, menggetarkan setiap hela nafas yang coba ku hembus. merinding! perasaan apa ini? menyerang dipagi buta.

seperti sedikit penyesalan, kekecewaan atau….. aku menangis

3 days ago

sorry at most, but love still in us c:

3 days ago

(via nagseseryoso)


3 days ago 6
3 days ago 2

i just wanna be with you ._.

(Source: losing-dreams)


3 days ago 9

and now, it’s me who can’t stop loving you baby :’)

(Source: here-now-forever)


3 days ago 8

breakup

udah lama ga cerita tentang kamuu ;) mau yang sedih apa seneng? hehehehe

it’s been a month, i miss you :(

aku hampir putus asa, 2 minggu pertama menunggumu yang bahkan di setiap harinya tak ada kabar menentu, kamu sibuk, yaaah seperti itu memang, aku pikir perjuangan berakhir setelah segunung jadwal praktikum terselesaikan, ternyataaa…… bukan karena aku yang tak mau menjadi orang pertama untuk memulai ritual smsan itu, hanya saja…. jika aku yang pertama, maka artinya aku yang membutuhkanmu (kenyataannya memang aku membutuhkanmu:)) dan jika aku yang pertama, maka artinya, dari semenjak aku memulai, aku akan menunggu balasan kabarmu setiap saat, yang nyatanya hampir tak ada balasan. aku lelah dan aku marah. 

aku meledak, dan karena tak bisa berbuat apa-apa, maka aku meredam. aku marah pun rasanya tidak tepat dalam situasi seperti ini, aku hanya merindu, merindukanmu :) ingin rasanya memiliki kesabaran seperti wanita lain yang tetap mampu memberikan semangat dan perhatian meskipun tak diberi kabar (adakah wanita seperti itu? pasti ada c:) aku berusaha seperti biasa, memberikan sugesti pada seluruh kesadaran, tentang kebahagian bersamamu, tentang kisah yang telah terukir, dan aku berhasil.

ketika perlahan hari di minggu ketiga akan berakhir di penantian, pikiran tentangmu selalu menggangguku, dengan setumpuk tugas dan kuis yang terabaikan karena dirimu. dasar cinta, jalang! seperti tak tau tempat. cuh!

ini mungkin puncak lelahku, sampai terpikir untuk memutus hubungan denganmu, berimajinasi tentang bagaimana cara mengungkapkan kelelahanku padamu, bagaimana cara berbicara denganmu, mendetail, suasana tempat, pembicaraan dan ending yang tak jelas. aku bahkan telah merasa kehilangan sebelum kehilangan. aku sadar, bahwa dengan memikirkan keputusan untuk mengakhiri hubungan, aku tak hanya kehilanganmu, tapi juga keluargamu. aku hanya sedang marah dan lelah. sempat terpikir dan berdoa dalam hati jikalau hal itu terjadi, maka kau akan memintaku untuk kembali padamu [ngareeep :(] berharap kau tak ingin melepaskanku, oke lebaaay! tapi seperti dirimu yang aku kenal, kau bukan tipe yang seperti itu, sebuah keputusan adalah final answer bagimu (am i right baby?)

sebuah cerita tentangmu mengalir di telinga para sahabatku, merasuk ke hati dan melahirkan alasan yang setidaknya lebih logis dari pikiranku. mereka orang-orang yang tak pernah mendukung keputusanku untuk meminta putus dengamu, mereka orang-orang yang mendoakan kebersamaan kita, dan mereka yang selalu tak terlihat mendukungku dalam hal ini, aku hanya sedang emosi, begitu katanya. Tapi aku beruntung, karena mereka yang menyadarkanku, menjadi penguat disaat kamu tak ada, thaks a lot guys {}

aku rasa cintamu seperti naik turun padaku, kadang muncul dan teggelam, mungkin kesibukanmu yang terus muncul hingga aku yang tenggelam. Hal inilah yang seringkali membolak-balikan emosiku, seperti malas menanggapimu. Nyatanya sesibuk apapun aku, aku tetap memikirkanmu, aku tetap menunggumu. dan aku meragu

Tanpa sengaja aku melihat tweetsmu, produksi tweetmu melebihi sms yang kau kirim padaku, yang jika dihitung mungkin hanya 2-5 sms, aku perhitungan? Hah? HAHAHA. kamu menyamangati temanmu, bercanda, meledek, atau menanyakan hal lain yang menurutku itu penting, aku cemburu pada teman wanitamu. Kamu juga berjanji untuk makan bersama dengan uang hasil taruhan bola. (jadikah kamu menjemputnya untuk makan bersama? AKU TIDAK PEDULI). Sepertinya aku ketinggalan banyak berita, banyak hal yang kamu lakukan bersama teman-temanmu/ tapi tidak kamu lakukan bersama denganku, haaah. Bahkan untuk sekedar sms. Aku bukan tak mau memberimu kabar juga, aku hanya tak mau lelah menanti balasan darimu. aku menghilang ketika malam datang, ketika drimu baru saja keluar dari peradaban, kemudian aku terbit ketika fajar, disaat mataharimu masih terlelap.

sialaaan! Aku kesal, aku marah, aku rindu, dan aku cemburu (intinya aku galau, hahaha)

beranjak di minggu keempat, aku hanya mampu tetap menunggu entah akan seperti apa sikapku padamu, semoga saja terlihat bisa. Apakah kamu bukanlah pria yang pantas untuk aku tunggu? Apakah kamu bukanlah pria yang pantas untuk aku pertahankan? Entahlah, aku sedanga bingung. Aku bukan tak sayang padamu, aku sangat mencintaimu, dan jangan ragukan itu, aku hanya lelah jika harus terus seperti ini, seperti orang bodoh yang menunggu ketiadaan. Jangan buat aku meragu. sudah hampir dua minggu sejak aku melepas kalung pemberianmu, berpikir untuk tak mengenakannya, aku kesal, yaaa, sudahlah, sang empunya pun tak tau ini :p

karena aku tidak ingin seperti hubungan yang lain, putus karena alasan yang sama denganku, minim komunikasi dan tak ada waktu, atau kata temanku “twitteran jalan terus tapi pacar ga dikasih kabar” aku ingin menelponmu, tapi sungguh kekesalan ini menutupi semua keinginan. Aku hanya berusaha bertahan, meskipun dengan sedikit berita, karena aku masih sayang padamu, sangat tak siap untuk kehilanganmu :D

 i’m stronger :))

4 days ago

rainbooooow :DD

(Source: manicgay)


4 days ago 21